π Alat Peraga Puspa Iptek
PuspaIPTEK (Sundial) Ada pula alat peraga bidang ilmu lain seperti biologi yang juga terdapat di dalam gedung yang ukurannya memang lumayan luas tersebut. "Yang jelas peragaan menggunakan instrumen mekanik, elektronik, optik, audio, biologis, dan lain sebagainya," kata Dede lagi.Di dekat pintu masuk misalnya, di sana ada alat peraga untuk
Karenaalat peraga disini membutuhkan kemampuan berpikir, Puspa Iptek Bandung lebih pas untuk anak usia sekolah dibanding usia pra-sekolah. Kamis tanggal 16 Oktober 2014 pukul 03:00 WIB kami berangkat dari MAN Palabuhanratusampai di sana kurang lebih pukul 07.00 WIB di RM Setuju Utama,Cipapat-Bandung.
Berdasarkanrancangan penilaian kegiatan, Hasil pengabdian menggambarkan tahapan kegiatan pengabdian penerapan iptek dan pencapaian indikator keberhasilan: Tim layanan menyinkronkan jadwal dan membuat daftar alat dan bahan yang digunakan oleh
PurbalinggaNews Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan mengembangkan Pusat Peragaan (Puspa) Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) Daerah di Purbalingga. Pengembangan ini diawali dengan akan diberikannya 30 jenis alat peraga kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pur
Kamimemiliki lebih dari 180 buah alat peraga interaktif sehingga pengunjung dapat mencoba sendiri dan mengeksplorasi alat-alat peraga tersebut. Nama Puspa Iptek Sundial merupakan perpaduan antara Puspa Iptek dan Sundial. Puspa Iptek adalah singkatan dari Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi , sedangkan Sundial berarti jam Matahari.
BerbagaiAlat Peraga di Puspa Iptek Bandung. Wahana edukasi Puspa Iptek tersebut diresmikan pada tanggal 11 Mei 2002, yang memiliki fasilitas sekitar 180 jenis alat peraga sains dan dibawah ini alat peraga di puspa diantaranya yaitu sebagai berikut. Baca Ini Juga Harga Tiket Masuk Goa Jomblang Gunung Kidul, Update Bulan Ini.
GedungSundial Puspa Iptek ini diresmikan pada tanggal 11 Mei 2002, sekaligus mencatatkan rekor MURI karena Jam Matahari yang mendapat penghargaan Kategori Jam Matahari Terbesar di Indonesia dan Jam Matahari Vertikal dan Horisontal Pertama di Indonesia. Di luar pembelian alat peraga, gedung ini menghabiskan biaya pembangunan sekitar 3,5 milyar
Selainkarena Museum Adityawarman masih memiliki ruang untuk diisi 20 alat peraga sains dan teknologi, penggabungan antara museum dan PP Iptek diharapkan mampu menggenjot angka kunjungan ke museum. Caranya dengan menambah satu destinasi yakni Puspa Iptek ini," kata IP usai meresmikan Pusat Peragaan IPTEK di kompleks Museum
Sejalandengan perkembangan IPTEK penggunaan media, Pembelajaran dilakukan dengan mengutamakan penggunaan alat peraga dan alat permainan. Ini berarti dalam pembelajaran pada siswa kelas I selalu melibatkan berbagai macam bentuk alat dan permainan. Bandung : Puspa Swara,2003. Nyimas Aisyah, dkk. Pengembangan Pembelajaran
Selainitu juga ada areal food court yang menjajakan beragam kuliner khas daerah. Menarik sih, tapi sayang sekali, waktu sudah semakin larut, dan kami memang berencana untuk melanjutkan perjalanan ke Batu Night Spectacular, terutama untuk melihat Taman Lampion. Dari Museum Angkut menggunakan mobil, kurang lebih jarak tempuh sekitar 15 menitan.
Sebenarnyajarak antara theatre 4D dengan PP IPTEK (puspa IPTEK) cukup dekat bahkan bisa di tempuh dengan jalan kaki. PP IPTEK (Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) ini menurut saya berukuran lumayan besar. sebelum kami memasuki PP IPTEK kami mengantri terlebih dahulu karena bukan saja sekolah kami yang berada di PP IPTEK, ada juga
Materipendidikan yang diusung Kota Baru Parahyangan diwakili oleh Sundial Puspa Iptek dan Bale Seni Barli. Keduanya memberikan kesempatan interaksi bagi pengunjung berupa mencoba alat peraga iptek hingga workshop seni, tentunya membuahkan pengalaman yang tak terlupakan bagi keluarga yang berpartisipasi.
K7REKS. IsMedia - Puspa Iptek yang berada di kota baru Parahyangan Bandung Barat kini menjadi obyek wisata berkonsep pendidikan paling dicari. Ada banyak sekali macam-macam alat peraga di Puspa Iptek Parahyangan. Wahana rekreasi sambil belajar berbagai ilmu pengetahuan pastinya seru dan bermanfaat sekali buat anak-anak dan juga orangtua. Jika kamu para orangtua ingin membuat anak-anak bahagia sekaligus belajar berbagai ilmu dengan peraga yang menarik, maka Puspa Iptek adalah pilihan yang Iptek Kota Baru ParahyanganMerupakah kepanjangan dari Pusat Peraga Ilmu Pengatahuan dan Teknologi, adalah sarana rekreasi yang mencerdaskan. Bagi kamu warga kota Bandung pasti tidak asing dengan tujuan wisata yang satu Puspa Iptek sangat populer terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa, karena biasanya pihak sekolah akan memasukkan Puspa Iptek sebagai daftar lokasi yang harus dikunjungi saat program studi Iptek kota baru Parahyangan juga dikenal dengan sebutan Puspa Iptek Sundial. Hal ini dikarenakan Puspa Iptek meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia MURI sebagai tempat jam matahari terbesar di matahari yang di maksud terletak pada bentuk bangunan di gedung utama Puspa Iptek sendiri. Di mana ada bangunan berbentuk jarum besar yang menunjukkan waktu ketika ada matahari yang menyinari. Arah bayangan yang terbentuk akan menunjukkan jam berapa saat bangunan seperti di atas termasuk salah satu daya tarik dari Puspa Iptek Parahyangan. Banyak pengunjung yang menjadikan bangunan unik ini sebagai background dalam foto selfie orangtua yang memiliki anak yang susah sekali untuk mencintai mata pelajaran terutama fisika, kimia dan biologi, maka mengajak anak ke Puspa Iptek adalah cara yang tepat agar anak kamu suka dengan pelajaran Puspa Iptek akan ada banyak sekali alat peraga, yang nantinya kami jelaskan pada bab berikutnya, mulai dari bidang ilmu fisika, kimia hingga biologi. Semua ilmu tersebut dikemas dan disajikan dengan sangat menarik menggunakan beragam alat demikian, anak-anak pasti akan tertarik dan antusias mempelajari ilmu pengetahuan yang awalnya menjadi momok menakutkan bagi mereka ketika di Macam Alat Peraga di Puspa IptekAda puluhan alat peraga yang bakalan kamu nikmati di Puspa Iptek. Karena banyaknya alat peraga, dapat dipastikan tidak cukup waktu sehari untuk bisa belajar dan bermain dengan beragam alat peraga di antara alat peraga di Puspa Iptek akan kami jelaskan secara singkat. Uraian ini pasti akan membuatmu penasaran dan ingin segera datang ke Puspa Iptek untuk melihatnya secara SundialSelain sebagai ciri khas dari Puspa Iptek, jam Sundial juga salah satu obyek wahana edukasi. Ukurannya yang sangat besar juga tercatat dalam rekor MURI sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Tepatnya memiliki bangunan berbentuk jarum sepanjang kurang lebih 50 meter, dan tinggi kurang lebih 15 meter dari permukaan cuaca sedang cerah atau paling tidak ada matahari yang bisa menyinari jarum besar ini, maka kamu juga akan bisa menentukan waktu tanpa melihat jam tangan maupun jam pada ponsel kamu. jam matahari atau sundial di Puspa Iptek terletak tepat di atas gedung utama museum pusat ilmu pengetahuan dan teknologi Science Around The WorldSebagaimana istilah yang digunakan, artinya dalam wahana yang satu ini, kamu bisa melakukan percobaan atau eksperimen tertentu dan melihat hasilnya. Semua menu percobaan tersaji dalam sebuah perangkat komputer yang tersambung dalam jaringan menu percobaan yang pastinya akan membuatmu takjub dan tentunya menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Belajar yang menyenangkan seperti ini pasti akan mempercepat kamu memahami berbagai ilmu BerpakuWahana edukasi papan berpaku memiliki fungsi untuk mengetahui luas dari bidang yang tidak beraturan. Caranya adalah dengan mengkaitkan tali karet ke paku-paku yang ada di bidang papan. Kamu bisa bebas mengkaitkan karet gelang membantuk bidang apapun, karena nanti akan mudah mengetahui luasnya dengan rumus yang tertulis di wahan Persegi dan PalangAlat peraga yang satu ini pasti digemari oleh anak-anak khususnya usia TK atau PAUD. Konsepnya adalah disediakan berbagai bidang datar yang terbagi-bagi dalam beberapa bagian. Jika bagian-bagian ini disatukan, maka akan membentuk bidang persegi atau BangunanKonsepnya mirip dengan puzzle persegi dan palang, namun ini lebih membentuk sebuah bangunan. Jadi ada dua pilihan blok yang digunakan, warna hitam dan merah. Jika kamu menyusun kepingan kayu warna hitam, maka yang akan terbentuk adalah bangunan persegi. Sedangkan jika menyusun blok warna merah, maka yang terbentuk adalah bangunan segitiga sama sisi. Penjumlahan PersegiSiapa bilang pelajaran matematika itu sulit, jika kamu menjumpai alat peraga yang satu ini, kamu bakalan suka dengan pelajaran peraga ini berbentuk persegi dengan banyak kotak-kotak persegi di dalamnya. Kotak itu harus diisi dengan papan persegi yang terdapat berbagai harus menyusunnya hingga secara horisontal, vertikal, maupun diagonal pada setiap baris dan kolomnya harus berjumlah 24. Permainan ini mungkin kamu juga mengenalnya dengan sitilah peraga yang satu ini sudah dikenal sejak dahulu kala dan banyak yang meyakini kalau asalnya dari negeri China. Berupa 7 buah kepingan bangun datar yang jika disusun akan bisa membentuk berbagai macam bentuk bangun bisa melihat bentuk-bentuk bangun datar yang dapat disusun dengan 7 keping ini di papan alat peraga ini. setiap bentuk bangun datar dapat dipastikan akan tersusun dengan 7 keping bangun datar BumiDi bagian outdoor, selain jam matahari atau sundial, juga terdapat replika bumi berukuran 2 meter dengan berat kurang lebih 2 ton. Terdapat 12 tiang di sekelilingnya yang melambangkan 12 bulan dalam sistem kalender yang kita gunakan. Sebenarnya masih banyak lagi macam-macam alat peraga di Puspa Iptek selain yang kami sebutkan di atas. Seperti baskon air mancur, sumur gravitasi, bango song, dan lain sebagainya. Kamu bisa menikmati berbagai alat peraga tersebut hanya dengan Rp untuk tiket bisa menikmati sekaligus peraga film 4 dimensi hanya dengan membayar sebesar Rp untuk tiket masuknya. Biaya ini sudah termasuk menikmati beragam alat peraga seperti disebutkan di bisa mengunjungi Puspa Iptek di alamat Jl. Raya Padalarang 427, Bandung, Provinsi Jawa Barat. Juga ada nomor kontak telepon 022 6803777 atau melalui fax 022 6803020. Kamu bisa menanyakan berbagai hal seperti harga tiket, waktu kunjungan dan informasi lainnya sebelum kamu datang sedikit informasi terkait macam-macam alat peraga di Puspa Iptek Parahyangan yang berlokasi di Bandung Barat. Pastikan kamu mencari informasi lain guna memperkaya wawasan dan juga memvalidasi informasi yang kamu dapatkan.
Apa ceritanya kalau Heroes berlibur ke Bandung? Ada Kimo yang super-duper-excited ajak fieldtrip sana-sini! Setelah warung ummi beserta pemandangan sawah β gunung β hingga rel kereta, lapang orange & masjid kompleks jadi rutinitas harian, plus Senin 5/9 lalu coba tamasya dengan kereta ekonomi, masih ada lanjutan fieldtrip ke Puspa Iptek Sundial di hari ke-4 pekan berlibur Heroes. Apa itu Puspa Iptek Sundial? Puspa Iptek Sundial adalah wahana pendidikan yang terletak di kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung. Diresmikan pada tanggal 11 Mei 2002, bertepatan dengan momen Hari Pendidikan Nasional. Keberadaan Gedung Puspa Iptek merupakan upaya penting bagi perwujudan Kota Baru Parahyangan sebagai Kota Mandiri yang berwawasan Pendidikan. Mulai tahun 2013 area alat peraga di Puspa Iptek Sundial juga diperluas serta fasilitasnya diperlengkap, seiring dengan semakin tingginya minat dan kepedulian masyarakat terhadap dunia sains dan teknologi. Ada lebih dari 180 buah alat peraga interaktif sehingga pengunjung dapat mencoba sendiri dan mengeksplorasi alat-alat peraga tersebut. Nama Puspa Iptek Sundial merupakan perpaduan antara Puspa Iptek dan Sundial. Puspa Iptek adalah singkatan dari Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sedangkan Sundial berarti jam Matahari. Kata Sundial tersebut melekat karena Puspa Iptek Sundial berada di sebuah bangunan yang unik. Keunikannya adalah gedungnya sekaligus berfungsi ganda sebagai jam Matahari. Jam Matahari yang terdapat di Puspa Iptek pun tidak hanya satu, melainkan dua buah yaitu jam Matahari horisontal dan jam Matahari vertikal yang terpadu menjadi satu kesatuan. Jam Matahari horisontal yang terdapat di Puspa Iptek itu juga merupakan jam Matahari horisontal terbesar di Indonesia. Atas keunikannya itu, Puspa Iptek Sundial mendapatkan 2 buah penghargaan dari Museum Rekor Indonesia MURI, yaitu untuk kategori Jam Matahari Horisontal Terbesar di Indonesia dan Jam Matahari Vertikal dan Horisontal Terpadu Pertama di Indonesia. Sumber Tiba di lokasi pukul wib, memarkir kendaraan di area supermarket dekat lokasi, menuju loket untuk melakukan pembelian tiket seharga Rp per orang 3th ke atas dan disambut dengan riuh tawa sejumlah siswa sekolah dasar yang berhamburan ke halaman luar Puspa Iptek untuk melakukan percobaan; Heroes pun mengawali petualangan science bersama ilmu astronomi, biologi, cahaya & warna, ilusi, matematika, mekanika, suara & gelombang, pun suhu & kalor. Ini dia alat peraga yang sempat Heroes manfaatkan. Beberapa diantaranya bisa jadi inspirasi untuk acara main di rumah. Yeay! Special thanks to Om Arif β guide super-ramah yang membantu menjelaskan semua alat peraga yang Heroes coba π 1. Gear System Bagaimana cara kerja mesin hingga dapat berputar? Apakah mesin tetap dapat berputar jika salah satu gear tidak terangkai? Heroes belajar penjabarannya dari rangkaian gear dalam tabung kaca transparan, disertai tuas pemutar, objek putar di bagian tengah peraga dan tuas pemindah gear. Tuas pemindah ini dapat digunakan untuk memasukkan-mengeluarkan gear dari rangkaian. Note Abaikan K yang berlanjut asyik mengutak-atik handle pintu alat peraga π
2. Tuas Pengungkit K berhasil mengangkat beban dengan mudah berkat tuas pengungkit! Kenapa? π 3. Jacobβs Ladder Berupa dua batang elektroda yang berdiri tegak nyaris membentuk huruf Vβ ramping dan terhubung dengan saklar listrik. Ketika saklar di tekan, muncul kilatan listrik diantara kedua elektroda tampak seperti jembatan, mengalir dari sumber listrik di bagian bawah menuju ke ujung elektroda di sisi atas. Udara bukan penghantar listrik yang baik. Tapi jika terdapat konsentrasi muatan listrik yang sangat besar di bagian bawah elektroda, maka udara di sekitarnya akan jadi penghantar listrik yang baik. Prinsip ini digunakan pada busi kendaraan bermotor. Sstt. Ini sih bukan cuma K yang antusias. H yang sedang senang-senangnya menunjuk dan menekan sesuatu dengan jari telunjuk pun tak mau kalah ikut eksperimen! 4. Harpa Tanpa Dawai Sebuah alat peraga berbentuk harpa tanpa disertai senar dawai tetiba bisa mengeluarkan suara saat ada tangan atau benda yang melintas di bagian bawahnya. Sama halnya dengan sensor yang biasa terdapat di remote control dan pintu otomatis di gedung perkantoran atau pusat perbelanjaan, alat peraga ini bekerja dengan menggunakan sensor cahaya infra merah yang mendeteksi perubahan saat sebuah benda melintasinya. 5. Pipa Bersuara Jika mendekatkan telinga pada sederet pipa dengan panjang berbeda berurutan, maka akan terdengar suara yang berbeda pula. 6. Meja Putar Meja putar terdiri dari wadah kaca berbentuk balok pipih berukuran sekitar 30x30x5cm berisi cairan berwarna merah sebagai alat peraga dari gaya sentripetal. Putar meja perlahan, perhatikan permukaan air. Lalu putar meja dengan lebih kencang. Bandingkan permukaan air keduanya. Saat meja diputar perlahan, permukaan air cenderung tidak tampak mengalami perubahan. Sementara ketika meja diputar dengan kencang, permukaan air berubah menjadi cekung. Hal ini disebabkan air yang berputar di bagian tepi mengikuti putaran lingkaran besar, sementara air yang berada di tengah mengikuti putaran lingkaran kecil. Artinya, air di bagian tepi berputar lebih cepat dibandingkan air di bagian tengah. 7. Pusingan Tabung Pernah memperhatikan cara kerja mesin cuci atau komidi putar? Ini alat peraga sederhananya! Ketika tabung berisi cairan diputar, cairan menjauhi titik pusat tabung. Namun kemudian diberi gaya sentripetal oleh dinding tabung sehingga cairan membentuk parabola. 8. Viskositas Kekentalan Empat buah tabung panjang bertutup diisi dengan air, minyak goreng, oli dan gliserin dengan sebuah kelereng di masing-masing tabung. Putar bersamaan dan akan tampak kelereng berpindah dengan kecepatan berbeda, dipengaruhi oleh tingkat kekentalan masing-masing cairan. 9. Push Pin Siapa suka animasiii? Ternyata alat peraga sederhana ini bisa berfungsi sebagai media dalam menciptakan animasi! Terdiri dari sebuah papan berlubang, masing-masing lubang diisi dengan paku berpayung kecil di kedua sisinya. Sekitar 14 perbandingan papan dan panjang pakunya. Ratakan permukaan paku di satu sisi, lalu tekan permukaan paku di sisi sebaliknya dengan sebuah benda. Maka akan muncul kontur sesuai dengan benda yang ditekan pada sisi sebaliknya. Canggih! 10. Loop the Loop Yang ngaku suka roller coaster harus main alat peraga ini! Terdiri dari lintasan bola kelereng dengan sekali putaran di bagian tengah, dan ketinggian yang berbeda di kedua sisinya sekitar 30 & 50 cm. Kelereng tidak bisa melalui putaran lintasan ketika digulirkan dari ketinggian 30cm dan baru bisa mencapai putara lintasan ketika digulirkan dari ketinggian 50cm. Ada energi kinetik yang berbeda dihasilkan dari dua ketinggian berbeda. 11. Roda Persegi Siapa bilang roda melulu berbentuk lingkaran? Roda pun bisa berbentuk persegi, dengan catatan lintasannya dibuat bergelombang setengah lingkaran, yang jaraknya diatur agar sudut persegi jatuh tepat di sudut antara bentuk setengah lingkarannya. 12. Bongobong Belajar tentang prinsip gelombang suara yang menjadikan pipa-pipa dapat menghasilkan suara yang berbeda ketika lubang bawahnya diketuk dengan benda pada alat peraga berbahan karet, mirip mouse-pad 13. Katrol Masing-masing balok dengan berat 7 kg dipasangi katrol berbeda. Ini bisa jadi favoritnya K, sayangnya masih malu-malu eksperimen β efek ditemani Om Adit π
14. Sumur Gravitasi Dua buah koin digelindingkan secara tegak di sumur yang berbentuk cekung dengan lubang di tengahnya. Sumur gravitasi ini merupakan salah satu alat peraga ilmu astronomi. Bercerita tentang gaya gravitasi beserta pengaruhnya terhadap hubungan matahari dan planet di sekitarnya. 15. Ball Race Tiga buah bola plastik sejenis diletakkan di tiga lintasan menurun berbeda lurus, bergelombang, cekung. Hasilnya, bola yang diletakkan di lintasan bergelombang berjalan lebih lambat daripada bola yang berada di lintasan lurus. Sementara bola yang berada di lintasan cekung menggelinding lebih kencang karena mengalami percepatan. 16. Downhill Race Dua buah lingkaran besi pipih menyerupai roda dipasangi skrup di tempat berbeda satu lingkaran dipasang skrup dekat dengan poros dan lingkaran lainnya dipasang skrup dekat dengan bagian tepinya. Mana yang lebih kencang? π 17. Sailboat Race Bagaimana perahu layar bisa menjelajah lautan? 18. Getar Frekuensi Masing-masing frekuensi mampu menghasilkan getaran yang berbeda, yang tampak pada pola taburan pasir yang ada pada lempeng besi yang diberi getaran frekuensi. Pola pasir pada lempeng berubah tiap kali frekuensi diubah. 19. Merangkai Tali 20. Gaya Peluru Belajar prinsip kerja meriam. 21. Hoop Nightmare 22. Konversi Energi Energi gerak yang dihasilkan dari putaran pedal sepeda bisa diubah menjadi energi listrik yang mampu menyalakan lampu atau menyalakan suara! 23. Pompa Archimedes Siapa pernah jalan-jalan ke Belanda atau paling tidak kenal dengan kincir angin disana? Rupanya, kincir angin disana tidak sembarang berputar. Melainkan terhubung dengan pompa serupa kerja pompa archimedes yang dengan bantuan kincir angin, mengalirkan air yang terdapat di bagian dalam Dam melalui selang/saluran air pada pompa menuju kanal agar permukaan tanah terjaga dari genangan air banjir meskipun berada di bawah permukaan laut. Di alat peraga ini, pompa berputar dengan bantuan tenaga manusia yang memutar stirβ-nya. Aih, H pun susah dilepaskan π
24. Gelembung Sabun 25. Tegangan Permukaan 26. Bejana Pascal 27. Simulator Tsunami 28. Air Mancur Bejana 29. Sepeda Melayang 30. Baterai Tangan 31. Meja Cermin 32. Cermin Pentagon 33. Bayangan Melayang 34. Jam Matahari Vertikal Terletak di bagian depan Puspa Iptek. Sayang ketika Heroes tiba, langit sedang dikelilingi awan sehingga cahaya matahari tak tampak. 35. Jam Matahari Horizontal Dapat dilihat dengan mengunjungi anjungan di lantai 3 Puspa Iptek. Selain dapat digunakan untuk memperkirakan pukul berapa saat ini, jam matahari horizontal juga dapat digunakan untuk memperkirakan tanggal dengan rentang waktu per 3 bulan. Dari jam horizontal ini, kita bisa sekaligus belajar tentang rotasi bumi yang menyebabkan pergantian siang-malam dan revolusi bumi terhadap matahari yang menyebabkan perubahan musim akibat berubahnya letak matahari. 36. Tangram 37. 2 Balok Puzzle Piramida 38. Membuat Kartun Sebuah kaleng terbuka dengan poros di tengahnya, tepi dalamnya ditempeli dengan rangkaian gambar dengan objek yang sama namun berbeda posisi. Putar kaleng untuk mendapatkan gambar bergerakβ sebagaimana yang kita dapati pada film kartun 39. Tenaga Abadi Berbentuk mirip katrol yang ada pada sumur timba dengan sebuah tongkat terikat pada salah satu ujungnya dan saling tarik-menarik hingga tercipta gerakan tanpa henti. 40. Bintang Bilangan Menyusun kepingan koin berisi bilangan yang terdapat pada bintang hekasagram hingga jumlahnya mencapai 40 di masing-masing garisnya. Masih ada bandul berayun serta beberapa alat peraga yang dicoba sekejap hingga tak sempat diambil gambarnya π
Meski sudah dua jam setengah berkeliling, rasanya masih kuraaaanngg. Banyak alat peraga yang belum dieksplor. Yang jelas, semua bagian petualangan hari ini menyenangkan! Terlebih bagi Heroes, ada baling-baling kincir warna sebagai penutup kegiatan belajar di Puspa Iptek Sundial β yang disisipi transit silaturrahim ke kediaman Nin & Uu di Sarijadi β€ Puspa Iptek Kota Baru Parahyangan Rabu, 7 September 2016
alat peraga puspa iptek